" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 19 Oktober 2015

Diabetes Tidak Hanya Soal Gula



Selaku orang Jawa, kebiasaan ngeteh pada pagi serta sore hari, terasa susah untuk ditinggalkan. Secangkir teh dengan tiga sendok kecil gula pasir atau sebongkah gula batu, hem.. terasa nikmat sekali, terlebih ditemani pisang goreng, ubi goreng, atau singkong goreng. Tetapi, beberapa terakhir ini Ibu mengingatkan, “Jangan kelebihan minum yang manis-manis lo, kelak diabetes.”

Diabetes sampai kini di kenal selaku penyakit yang sama dengan kebanyakan gula. Maka yang kerap kita dengar – bila tak hendak menderita diabetes – ialah saran “hindari gula serta seluruh makanan yang manis-manis. ” Juga pula dianjurkan untuk membatasi konsumsi nasi, roti, pasta, dan beragam makanan sumber karbohidrat yang lain, yang mempunyai sifat melonjakkan kandungan gula darah dengan cepat.

Walau sebenarnya, diabetes tak terkait dengan umumnya makan gula. Seorang didiagnosis diabetes saat tubuhnya tak cukup membuahkan insulin atau tak memakai insulin yang ada dengan benar. Jadi, tak benar penyakit ini timbul lantaran umumnya makan makanan manis.

Dalam situasi normal, tiap hari orang memerlukan nutrisi yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral. Karbohidrat dibutuhkan untuk tenaga serta tiap-tiap gramnya memiliki kandungan 4 kalori. Protein diperlukan untuk membentuk otot-otot serta jaringan, di samping untuk menghidupkan tenaga. Setiap gram protein memiliki kandungan 4 kalori. Lemak pun dibutuhkan untuk menghidupkan tenaga. Tiap-tiap gram membuahkan 9 kalori serta beberapa disimpan untuk keperluan di masa datang.

Karbohidrat didapat dari gula serta zat tepung yang lalu dalam tubuh dipecah jadi glukosa. Setelah itu oleh insulin, karbohidrat di proses agar dapat di terima hati (semacam depot glukogen), otot-otot, serta jaringan lemak. Beberapa segera dipakai selaku sumber daya.

Protein adalah sumber daya yang utama serta ada dalam daging, makanan laut, telur, dan susu. Dalam tubuh, protein dipecah jadi asam-asam amino. Protein dapat juga dipakai laksana tenaga yang beberapa disimpan dalam hati, otot-otot, serta jaringan lemak. Karenanya, dibutuhkan insulin.

Lemak pula dipakai semacam sumber daya. Seperti karbohidrat serta protein, lemak membutuhkan insulin agar dapat di terima oleh tubuh serta disimpan dalam jaringan otot.

Pada orang yang sehat, pankreas dapat membuahkan cukup insulin untuk memproses makanan jadi sumber daya serta menyimpannya dalam tubuh. Sesaat pada seseorang pasien diabetes melitus, pankreas kurang atau nyaris sekalipun tak berperan untuk keluarkan insulin hingga makanan tak dapat dipakai semacam daya. Hal semacam ini dapat menyebabkan kandungan glukosa meningkat serta glukosa bakal dikeluarkan lewat ginjal dalam urine.

Sudah pasti, hindari gula serta makanan yang manis-manis, memanglah tak seutuhnya salah. Bila konsumsi gula dibatasi, tanda-tanda diabetes berbentuk melonjaknya kandungan gula darah dapat dikendalikan. Tetapi, yang butuh di ketahui, yang bikin kandungan gula darah meningkat tidak cuma gula serta makanan serba manis, tetapi pula lemak.

Suatu riset menunjukkan, untuk tiap-tiap keunggulan 40 gram lemak yang kita makan dalam satu hari, resiko menanggung derita diabetes dapat meningkat tiga kali lipat. Apabila telah menanggung derita diabetes, sudah pasti pasien berpeluang besar alami komplikasi. Hal semacam ini berlangsung lantaran lemak tubuh bikin beberapa sel menampik insulin.

Satu diantara jalan yang dapat dikerjakan untuk hindari diabetes sudah pasti merubah pola makan, disamping tetap lakukan olahraga dengan cara teratur serta menjaga berat tubuh tetap normal. Pola makan yang sehat pastinya terlalu fokus pada buah-buahan serta sayur-sayuran.

Mencukupi prinsip gizi sehat serta seimbang ialah jalan mengaplikasikan pola makan yang sehat. Cukupi konsumsi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral, yang datang dari sumber makanan paling baik. Karbohidrat yang berkwalitas, umpamanya, tidak cuma ditetapkan dari indeks glikemiknya yang rendah, tetapi pula kandungan antioksidannya yang tinggi serta mempunyai karakter basa, supaya lebih gampang diolah oleh tubuh.

Lebih dianjurkan karbohidrat yang datang dari sayuran lantaran memiliki kandungan 30% fruktosa, sesaat buah memiliki kandungan 70% fruktosa (gula buah). Apabila rutinitas kita ialah makan nasi, maka baiknya porsi sayuran ditambahkan melebihi porsi tiap hari, serta disantap terlebih dulu. Lantaran telah terasa kenyang sesudah menyantap sayuran, mungkin saja kita mengurungkan kemauan untuk menyantap nasinya.

Lalu, tentukan lemak yang baik, terlebih yang memiliki kandungan asam lemak esensial. Sumber lemak ini umpamanya didapat dari avokad, minyak zaitun, dan ikan laut dalam. Protein tak terus-terusan cuma dari daging merah serta susu saja, namun dapat pula didapat dari yang lain, umpamanya dengan memaksimalkan konsumsi nutrisi dari ayam, ikan, telur, atau jamur.

Cermati juga jalan pemrosesan makanan. Hidangkan makanan sesegar barangkali, bukan hanya yang telah dipanaskan berkali-kali atau diolah terlalu berlebih. Olah dengan beragam bumbu alami, seperti kunyit, jintan, jahe, lengkuas, ketumbar, cabai, yang tak cuma memiliki kandungan senyawa bermanfaat, tetapi pula menggugah selera makan.

Janganlah lupa, air putih. Penuhi keperluan air putih kita. Air putih tidak cuma menangani hasrat makan terlalu berlebih, tetapi pula berguna untuk menolong kelancaran sistem pencernaan. Dianjurkan untuk makan tiap-tiap empat atau lima jam dalam porsi kecil. Yang terutama ialah mengatur kalori keseluruhan yang masuk.

Sayangi diri kita sendiri dengan menjaga pola hidup yang sehat, yakni ikuti pola makan, olahraga, istirahat, dan hindari stres supaya terlepas dari penyakit diabetes melitus. Jikalau telah berlangsung, dengan pola hidup sehat, pasti kandungan gula darah dapat dikendalikan sampai tak mengakibatkan komplikasi.