" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 19 Oktober 2015

Diabetes Bisa Dicegah Dengan Makanan Kaya Flavonoid



Wanita yang teratur mengonsumi makanan seperti buah, cokelat, serta teh, di ketahui alami pengurangan peradangan serta resistensi insulin (penyebab diabetes), suatu studi dari Inggris temukan.

Makanan ber-flavonoid dengan resiko diabetes yang rendah

Flavonoid adalah senyawa kimia yang diketemukan dalam buah-buahan serta sayuran berwarna, serta studi laboratorium tunjukkan bahwa makanan yang memiliki kandungan flavonoid bisa berguna untuk kesehatan.

“Tujuan dari riset ini ialah untuk menaikkan bobot lebih pada temuan ini dengan mulai membuka bagaimanakah senyawa itu bekerja di pada badan manusia, ” Tutur Aedin Cassidy, seseorang pemimpin riset ini. “Studi kami pada awal mulanya sudah tunjukkan bahwa senyawa bioakfif kuat yang ada pada buah serta makanan lain seperti cokelat, dapat kurangi resiko terserang serangan jantung serta diabetes jenis 2, ” kata Cassidy.

Cassidy serta timnya hendak memperhatikan apakah grup besar bakal tunjukkan ketidaksamaan dalam resiko diabetes serta pemberi tanda kesehatan yang lain berdasar pada konsumsi flavonoid mereka.

Riset ini melibatkan 1.997 wanita sehat berumur 18-76 th., serta seputar separuhnya ialah pasca-menopause. Kaum wanita merampungkan quesioner makanan yang dipakai untuk memperkirakan konsumsi mereka dari enam tipe flavonoid. Cassidy serta rekan-rekannya pula mengkalkulasi keseluruhan konsumsi kalori serta indeks massa tubuh (BMI), yaitu ukuran berat yang berkenaan dengan tinggi.

Kaum peserta itu pula di tanya perihal kisah medis keluarga mereka, rutinitas pola hidup, serta tingkat konsumsi paling tinggi. Rata-rata keseluruhan konsumsi flavonoid kaum wanita ialah 1,2 gr /hari, tetapi sekitar seputar 0, 6 gr sehari-harinya pada wanita dengan konsumsi paling rendah. Kecuali itu, wanita dengan konsumsi paling tinggi rata-ratanya ialah 1,7 gr. Menurut laporan tim Cassidy, teh adalah sumber paling besar dari flavonoid pada makanan. Ada pula makanan yang lain seperti buah anggur, pir, berry, jeruk serta paprika.

Kaum peneliti pula mengukur kandungan insulin, glukosa serta sinyal tanda peradangan untuk seluruhnya peserta. Mereka memakai pengukuran itu untuk mengkalkulasi resistensi insulin. Dikira semacam sinyal awal dari jalan menuju diabetes jenis 2, resistensi insulin berlangsung saat tubuh tak dapat memakai insulin yang di produksi dengan cara efisien untuk memperoleh gula darah ke sel. Selanjutnya, wanita yang konsumsi paling banyak dari dua tipe spesifik flavonoid yakni anthocyanin serta flavon sekurang-kurangnya mempunyai resistensi insulin serta tingkat peradangan terendah.

“Studi berbasis populasi ini tunjukkan bahwa rutinitas konsumsi flavonoid yang bernama anthocyanin, senyawa yang bertanggungjawab pada hadirnya warna merah atau biru pada buah berry serta buah atau sayuran yang lain, di ketahui bisa melakukan perbaikan jalan kita mengatasi glukosa serta insulin dan kurangi peradangan, satu diantara aspek resiko penyakit jantung serta diabetes, ” kata Cassidy.

Meski sekian, riset ini tidaklah menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya flavonoid bisa kurangi peradangan atau resistensi insulin.

Riset ini pula tak memantau kaum partisipan wanita untuk memperhatikan siapa yang betul-betul meningkatkan diabetes atau penyakit jantung. Riset selanjutnya dibutuhkan untuk menguji apa yang dapat dikerjakan senyawa tersebut di pada badan serta berapakah banyak yang butuh dikonsumsi untuk tawarkan manfaat kesehatan.

Riset teranyar ini tunjukkan bahwa konsumsi seporsi buah kaya flavonoid sehari-hari dihubungkan dengan kontrol yang tambah baik pada kandungan gula darah serta desakan darah dan bisa menolong usaha pencegahan semacam sisi dari makanan yang sehat.