" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 11 Oktober 2015

Bukan kah Mie Instan pun Butuh Proses?


mie instan

JIKA kita lihat kondisi saat ini, ketika zaman mulai mendunia dan mudah untuk dijangkau. Hingga pada akhirnya merubah pola hidup manusia pada umumnya. Terlebih persoalan mengenai bagaimana seseorang menjalani hidupnya. Zaman yang serba mudah dan instan ini menyebabkan manusia terlena dan akhirnya hanya menginginkan sesuatu yang instan


Kata instan erat kaitannya dengan mie instan. Saat ini kita sangat tergantung kepada mie instan perihal makanan. Ketika jam makan siang tiba dan kita malas memasak, pasti yang akan kita ambil adalah mie instan karena kita anggap mie instan adalah makanan yang mengenyangkan dan mudah untuk dimasak.

Jika kita perhatikan, bukan kah mie instan pun membutuhkan proses dalam pembuatannya? Sebelum kita dapat memakannya, kita masak mie instan itu terlebih dahulu baru kita bisa memakannya. Nah, jika yang dikatakan mie instan saja membutuhkan proses, lalu bagaimana dengan jalan kehidupan kita di dunia ini?

Dalam hidup, kita sangat sering berharap semuanya instan. Hingga kita menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah dan cepat. Padahal, Allah memberikan kita gambaran dalam hidup ini bahwa segala sesuatunya membutuhkan proses. Allah menciptakan bumi ini tidak dalam sekejap, namun melalui berbagai proses. Begitu pun dengan kehidupan kita, ketika kita berharap kesuksesan, maka sudah seharusnya kita menjalani prosesnya dengan baik.

Di dunia ini tak ada sesuatu yang instan. Semua hal membutuhkan proses. Untuk menjadi kupu-kupu yang indah, seekor ulat harus menjalani proses yang menyakitkan terlebih dahulu. Begitu pun dengan mutiara. Sebelum menjadi sesuatu yang berharga, ia akan menjalani proses yang menyakitkan.

Kita akan selalu menjalani proses dalam kehidupan ini. Tugas kita hanyalah melakukan yang terbaik di setiap proses yang kita jalani. Karena sesungguhnya Allah melihat proses yang kita jalani.