" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 08 Oktober 2015

Belajar Bahasa Arab Autodidak?



Belajar Bahasa Arab Autodidak?
Mon, 21 April 2008 01:09 - | Dibaca 3.346 kali | Bidang kontemporer
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuhu
Ustadz yang dirahmati Allah..
Saya ingin mempelajari bahasa arab, namum dilokasi saya mukim, saya belum menemukan lembaga yang menyelenggarakan kursus bahasa arab di samping cukup sulit bagi saya untuk mengatur waktu karena jadwal kerja..
Alhamdulillah untuk membaca alquran saya sudah lancar dan pernah jadi guru ngaji.. dan saya juga pernah belajar dasar-dasar bahasa arab dari seorang ustazd dan teman-teman saya dari LIPIA dengan metode murakkaz..
Apakah memungkinkan untuk saya belajar bahasa arab secara autodidak? Saya harapkan ustadz bisa merekomendasikan buku-buku panduan yang baik untuk belajar sendiri bahasa arab (alqur'an) dan juga sumber-sumber lain dari WEB..
Jazakallahu khairan..
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Belajar bahasa Arab otodidak?
Wah, ide menarik juga tuh. Cuma barangkali masalahnya, sudah ada belum kisah orang sukses menguasai bahasa Arab hanya dengan cara otodidak?
Sepanjang pengalaman kami membuka Ma'had Bahasa Arab, kami belum pernah bertemu atau mendengar kisah orang bisa berbahasa Arab hanya dengan otodidak.

Tapi kalau sekedar belajar wawasan dan dasar-dasarnya, mungkin bisa. Tapi ingat, sekedar dasar-dasarnya saja. Ibarat belajar berenang, kita membaca ada yang namanya gaya bebas, meluncur, gaya katak, gaya kupu-kupu atau gaya batu alisan tenggelam.
Tapi yang harus dipahami, seseroang tidak dikatakan bisa berenang hanya karena dia menghafal teori-teori gaya renang. Seorang baru dikatakan bisa berenang ketika diceburkan ke kolam yang dalam, setidaknya saat itu dia tidak tenggelam.
Lepas dari apakah dia mau pakai gaya bebas, katak, kupu-kupu atau punggung. Yang penting dia tidak minum air dan kembung.
Demikian juga dengan bahasa Arab, yang penting bukan teorinya, tapi yang penting prakteknya. Yang namanya bisa berbahasa Arab itu adalah bisa berkomunikasi dengan orang Arab, baik lewat lisan maupun tulisan. Bukan sekedar menghafal mubtada' khabar, atau fi'il, fa'il dan maf'ul.
Metode Murakkaz
Dahulu ketika masih di LIPIA, kami ikut juga mengadakan pelatihan-pelatihan bahasa Arab dengan menggunakan metode Murakkaz ini. Khusus untuk pelatihan singkat mengenal dasar-dasar teori ilmu nahwu dan sharaf, metode ini memang agak lebih simple dan praktis.
Prinsipnya, kita fokus pada hal-hal besar dan prinsip, sambil melewatkan dulu masalah-masalah yang tidak prinsip.
Ibarat orang makan, yang penting kandungan gizinya cukup dulu untuk kebutuhan dasar yang minimal, belum bicara rasa dan cara penyajian yang menarik.
Sayangnya metode Murakkaz ini masih belum banyak dikembangkan ke berbagai bentuk latihan langsung. Belum ada buku yang baku dan bisa dikembangkan secara massal.
Mungkin metode Amtsilati sudah agak lebih maju. Dari informasi yang kami terima, metode Amstilati bisa mengajarkan anak santri membaca kitab berbahasa Arab dalam hitungan tiga sampai enam bulan.
Tapi syaratnya memang berat, mereka harus nyantri di pondok pesantren. Belajarnya tiap hari, dalam sehari ada tiga sesi pelajaran. Pertama, pagi hari ba'da shubuh, kedua siang hari ba'da Dzhuhur, dan ketiga malam hari.
Menurut kiyai dari Jepara yang memiliki pesantren Darul Falah itu, metode Amtsilati ini diinspirasikan dari metode belajar Al-Quran Qiraati Semarang. Bukunya terdiri dari enam jilid juga. Kapan-kapan secara lebih dalam akan kami angkat tentang metode ini di rubrik ini. Sebab kami memang merencanakan akan mewawancarai beliau langsung.
Tapi kesimpulannya, tetap saja yang namanya belajar bahasa Arab itu perlu guru yang secara intensif mengajarkan diri kita. Metode belajar bahasa Arab secara otodidak untuk batas tertentu memang bisa, tetapi jangan berpikir hanya dengan otodidak, anda bisa berbahasa Arab.
Kecuali,
Kecuali bila anda bisa tinggal di negeri Arab sana. Tidak usah lama-lama, cukup 5 tahun saja. Ini sudah terbukti ampuh. Dan boleh dibilang, inilah metode yang paling unggul dari semua metode pengajaran bahasa Arab yang pernah ada di muka bumi.
Ya, kenapa anda tidak tinggal saja di negeri Arab, diman semua orang memang berkomunikasi dengan bahasa Arab itu. Bahkan meski tidak pakai kursus dan jam pelajaran, bahkan tanpa guru, anak-anak kecil usia 5 tahun di Makkah dan Madinah sudah pada fasih berbahasa Arab.
Percaya deh.
Karena itulah Al-Akh Dzikrullah, seorang teman wartawan yang juga ikut mengelola redaksi hidayatullah.com nekat mau tinggal di Damaskus, Syiria. Beliau mengatakan kepada kami saat ngobrol di Turki, bahwa anak dan isteri beliau sudah siap dengan passport dan visa untuk tinggal di Syiria setidaknya selama setahun.
Tujuannya, terutama adalah ingin percepatan dalam belajar bahasa Arab sekeluarga. Sebab beliau sudah pernah masuk di berbagai kursus bahasa Arab di Jakarta, dan sebanyak itu pula sudah jadi lulusan mendadak alias DO.
Ketika kami berdua ikut hadir di Turki meliput acara Multaqa untuk Al-Quds Nopember tahun lalu, semangat beliau semakin menjadi-jadi untuk belajar bahasa Arab. Sebab 3000-an hadirin yang ikut dalam pertemuan international itu semua bicara dalam bahasa Arab. Tidak ada yang pakai bahasa Inggris.
Sambil bersungut-sungut dan mengepalkan tangan, beliau bilang, "Pokoknya akhi, ane mau ke Syiria, mau belajar bahasa Arab, Allahu Akbar."
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc