" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 03 Oktober 2015

Apakah yang Dimaksud Golongan Ingkarsunnah?



Apakah yang Dimaksud Golongan Ingkarsunnah?
Thu, 22 May 2008 00:37 - | Dibaca 2.763 kali | Bidang hadits
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz beberapa hari lalu ana mendapat sebuah lembaran atau buku yang judulnya kembali ke Jalan Allah SWT yang diterbitkan oleh sebuah Pondok Pesantren di sebuah SPBU dengan meminta infak atas buku tersebut.
Setelah terima buku itu ana baca, namun di dalamnya ternyata hanya memuat ayat-ayat alqur'an saja tanpa menggunakan dalil-dalil hadits, apakah ini yang disebut ingkarsunnah, mohon ustadz jelaskan,
Jazakumullah khairan katsiron.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Tidak semua buku yang tidak mencantumkan haditsboleh divonis sebagai ingkarussunnah. Tidak mencantumkan hadits dalam suatu tulisan, mungkin ada banyak motivasinya. Misalnya, dalil Al-Quran sudah cukup kuat dan lengkap sebagai dalil. Atau penulisnya ragu mencantumkan hadits tertentu karena tidak tahu tingkat keshahihannya. Daripada ragu, mungkin tidak dicantumkan sekalian.

Untuk memastikan suatu buku adalah buku ingkarussunnah, harus ada jelas statemen yang menghujat sunnah nabawiyah. Misalnya, tuduhan bahwa semua hadits tidak ada yang bisa dipastikan keshahihannya, atau semua hadits pasti palsu.
Atau tuduhan bahwa hadits baru ditulis 300 tahun setelah nabi SAW wafat, sehingga sangat mungkin terjadi bias dan pemalsuan.
Atau tuduhan bahwa hadits-hadits Bukhari tidak semua shahih, karena Bukhari dianggap manusia biasa. Atau karena hadits koleksi beliau dianggap banyak yang bertentangan dengan akal.
Atau tuduhan bahwa para shahabat nabi SAW adalah para pendosa yang haus darah, pendendam, serta kemaruk atas kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.
Dan masih banyak lagi modus yang biasa digunakan oleh para orientalis dalam rangka menyuntikkan racun keraguan di hati umat Islam. Intinya, dengan semangat mengingkari kebenaran hadits, musuh-musuh Islam itu ingin meruntuhkan bangunan Islam dari dalam. Kalau umat Islam sudah tidak percaya lagi dengan hadits, maka 99/100 bagian dari agama ini sudah hancur berantakan. Bukan dihancurkan oleh musuh, tetapi oleh tangan umat Islam sendiri, yang telah jadi budak musuh.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc