" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Kamis, 03 September 2015

Tata Cara dan Bacaan Doa Sujud Tilawah Arab Latin dan Terjemahannya +Video


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Kali ini admin share bacaan doa dan tata cara sujud tilawah. Sujud sajadah atau sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan setelah membaca salah satu ayat-ayat sajadah dalam Al-Qur’an. Sujud tilawah tidak diawali dengan takbirotul ihrom dan tidak diakhiri dengan salam. dalam suatu hadits riwayat imam bukhori yang Artinya Rasulullah SAW membacakan kami suatu surat, kemudian beliau bersujud dan kami pun bersujud, ada juga riwayat muslim yang artinya

Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka. Ulama ahli fiqih sepakat bahwa sujud tilawah itu mashruiyah (berdasarkan syariah) berdasarkan pada dalil Quran dan hadits. Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam soal sifatnya apakah sunnah atau wajib. Madzhab Syafi'i dan Hanbali berpendapat bahwa sujud tilawah adalah sunnah muakkad, tidak wajib. Madzhab Maliki menyatakan sunnah. Mereka mendasarkan pada dalil dari QS Al-Isra' 17:107-109; dan hadits dari Abdullah bin Umar yang berkata: Rasulullah pernah membaca surat yang ada ayat sajadah-nya, lalu beliau sujud dan kami ikut sujud. Sujud tilawah menurut ketiga madzhab di atas tidak wajib karena ada hadits yang menceritakan bahwa Rasulullah terkadang tidak melakukannya. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ia berkata: Aku pernah membaca Quran Surah An-Najm di depan Nabi, tapi Nabi tidak bersujud tilawah (H.R. Bukhari Muslim). Adapun yang menganggap sujud tilawah wajib adalah madzhab Hanafi. Wajib bagi pembaca dan pendengar berdasarkan pada hadits: Sujud tilawah wajib bagi orang yang mendengar dan membacanya.

Sujud Tilawah ada dua macam: 

Didalam sholat, maka ketika sampai ayat sajdah supaya turun dari berdiri untuk mengerjakan sujud,dan setelah selesai maka sholat dilanjutkan kembali ,Sujid tilawah yang dilakukan pada saat sedang sholat itu tidak memakai takbirotul ihrom dan salam.Dan bagi ma'mum tidak boleh mengerjakan sujud tilawah kalau imamnya tidak mengerjakan ,sekalipun ma'mum mendengar atau ayat-ayat sajdah. 

Diluar sholat, maka ketika sampai ayat sajdah,niat sujud tilawah sambil membaca takbirotul ihrom dan mengangkat kedua tangan ,membaca takbir lagi lalu sujud,selesai membaca do'a sujud tilawah kemudian bangkit dari sujud sambil membaca takbir,duduk,kemudian salam.Ketika membaca takbirotul ihrom yang disertai niat sujud tilawah tidak harus berdiri. 

Lafadz niat sujud tilawah:

نَوَيْتُ سُجُوْدَ التِّلاَ وَةَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى , الله اَكْبَرْ

"Nawaitu sujuda tilaawati sunatan lillahi ta'ala ,Allohu Akbar"


Dalam pelaksanaan sujud tilawah ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:


1. Suci dari hadats kecil dan besar pada badan, pakaian dan tempat. Karena sujud tilawah itu seperti shalat atau bagian dari shalat maka disyaratkan seperti syaratnya shalat. Dalam sebuah hadits dikatakan: Shalat tidak diterima tanpa dalam keadaan suci.

2. Menutup aurat, menghadap kiblat, niat melaksanakan sujud tilawah.

3. Masuknya waktu sujud. Yaitu setelah selesainya atau sempurnanya membaca ayat yang mengandung sajadah. Jadi, kalau melakukan sujud sebelum ayat sajadah selesai dibaca, maka tidak sah.

Nah, Berikut ini saya sajikan bacaan doa sujud tilawah dan tata caranya dalam bahasa arab latin dan terjemahannya silahkan simak dibawah ini. 




Bacaan Doa dan Tata Cara Sujud Tilawah 

- Bacaan Doa Sujud Tilawah 

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Sajada wajhiya lilladzii kholaqohuu wa syaqqo sam’ahuu wa bashorohuu bihaulihii wa quwwatihii fatabaarokallahu ahsanul khooliqiin

Artinya : Wajahku bersujud kepada (Allah) Yang telah menciptakannya dan membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah sebaik-baik Pencipta. (Doa ini berdasarkan Hadits riwayat Ahmad, Abdu Daud dan Tirmidzi). 

- Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah dapat dilakukan saat sedang shalat atau di luar shalat. Adapun cara sujud tilawah di luar shalat adalah sebagai berikut:

1. Niat dan Membaca takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan sujud sebagaimana cara mengangkat tangan saat sujud takbirotul ihrom (takbir pertama) saat shalat. 

2. Lalu sujud tanpa mengangkat tangan saat turun hendak sujud.

3. Sujud satu kali dan membaca doa sujud tilawah

4. Lalu mengangkat kepala dari sujud dengan membaca takbir.

5. Duduk tanpa membaca tahiyat (tasyahud) dan 

6. Diakhiri dengan mengucapkan salam.

Kalau sujud tilawah dilakukan saat sedang shalat karena membaca ayat Quran yang mengandung sajadah, maka tatacaranya sedikit berbeda yakni tanpa diakhiri dengan salam. Detailnya sebagai berikut:

1. Niat dan Mengucapkan takbir untuk sujud

2. Sujud dan membaca doa sujud tilawah 

3. Mengucapkan takbir saat bangun dari sujud.

4. Selesai sujud berdiri tegak kembali dan meneruskan bacaan shalat kalau masih ada ayat yang hendak dibaca. Kalau tidak ada lagi ayat yang ingin dibaca, maka ia dapat melakukan rukuk shalat. 

Ayat Ayat Sajadah dalam Al Quran 

Adapun ayat-ayat yang disunahkan untuk dilakukan sujud sewaktu membaca atau mendengarnya terdapat 15 ayat yaitu:

1. Pada Surah Al-A'raf [7] ayat ke-206

(وَلَهُ يَسْجُدُوْنَ)
Wa lahu yasjudun

2. Pada Surah Ar-Ra'd [13] ayat ke-15

(بِا لْغُدُوِّ وَالآصَالِ)
Bil Ghuduwwi wal-ashal

3. Pada Surah An-Nahl [16] ayat ke-50
(وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ)
Wa yaf'aluna ma yu'marun

4. Pada Surah Bani Israil [17] ayat ke-109 

 (وَيَزِ يْدُهُمْ خُشُوعًا) 
Wa yaziduhum khusyu'a 

5. Pada Surah Maryam [19] ayat ke-58 
(خَرُّوْا سُجَّدًا وَبُكِيًّا) 
Kharra sujjadaw-wabukiyya 

6. Pada Surah Al-Hajj [22] ayat ke-18 
(إِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ) 
Innallaha yaf'alu ma yasya 


7. Pada Surah Al-Hajj [22] ayat ke-77 
(لَعَلَكُمْ تُفْلِحُونَ) 

La'allakum tuflihun 

8. Pada Surah Al-Furqan [25], ayat ke-60 
(وَزَادَهُمْ نُفُوْرًا) 
Wa zadahum nufura 

9. Pada Surah An-Naml [27], ayat ke-26 
(رَبُّالعَرْشِ العَضِيمِ) 
Rabbul-'arsyil-'azhim 

10. Pada Surah As-Sajdah [32], ayat ke-15 
(وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ) 
Wahum la yas takbirun 

11. Pada Surah As-Shad [38] ayat ke-24 
(وَخَرَّرَاكِعًا وَأَنَابَ) 
Wa kharra raki'wa wa anab 

12. Pada Surah Ha-Mim/Fushsilat [41] ayat ke-38 
(وَهُمْا لاَ يَسْأَمُونَ) 
Wahum la yas 'amun 

13. Pada Surah An-Najm 
(فَاسْجُدُوْ لِلهِ وَاعْبُدُوْا) 
Fasjudu lillahi wa'budu 

14. Pada Surah Al-Insyiqaq [84] ayat ke-21 
(لاَ يَسْجُدُوْنَ) 

La yasjudun 

15. Pada Surah Al-'Alaq [96] ayat ke-19 
(وَاسْجُدْوَاقْتَرِبْ) 
Wasjud waqtarib 

Demikianlah yang telah saya sampaikan tentang Bacaan Doa dan Tata Cara Sujud Tilawah Arab Latin dan Artinya semoga dapat bermanfaat dan dapat diamalkan ketika anda membaca atau mendengar ayat sajadah dalam al quran. 




Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar