" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 26 September 2015

Mukjizat Madu, Kurma Dan Habbatussauda Bagi Kesehatan


Untitled-2
Terapi Nutrisi

  1. Madu
“Gunakanlah selalu dua macam obat yaitu Al-Qur’an dan madu.” (HR. Bukhari).
“….Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam- macam warnanya. Didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS: An-Nahl: 69).
Madu adalah cairan manis alami (walaupun rasanya tak selalu manis) yang dihasilkan lebah dari bahan baku nektar tanaman atau sekresi bagian tumbuhan atau sekresi serangga atau kutu tumbuhan. Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu- satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut.

Ada empat faktor yang menyebabkan madu bersifat antibakteri jahat:
Pertama, kadar gula yang tinggi terdiri dari glukosa 34,0%, fruktosa 40,54% dan sukrosa 1,9%. Sehingga mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri. Dalam kondisi demikian, maka bagian sel bakteri yang hidup (protoplasma) akan terlepas dari dinding sel, sehingga tidak dapat beraktifitas lagi.
Kedua, madu itu bersifat asam (mengandung asam formiat, asam malat, asam asetat, asam sitrat, asam suksinat, dengan kadar pH sekitar 3-4), dalam kondisi seperti ini maka bakteri jahat tidak akan dapat bertahan.
Ketiga, madu mengandung senyawa organik yang bersifat antibakteri antara lain: inhibine dari kelompok flavonoid, glikosida dan polyphenol. Senyawa antibakteri yang terkandung didalam madu ialah 10-hidroxidecen-2-oic acid.
Keempat, Senyawa radikal hidrogen peroksida (H202) bersifat pembunuh bakteri dan mikroorganisme patogen lainnya. Sistim kerjanya: senyawa yang bersifat racun tersebut secara reaktif merusak gugus fungsi biomolekul pada sel bakteri. Namun karena madu mengandung enzim katalase, setelah meracuni bakteri dengan segera merombak hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata: “Saudaraku sedang menderita sakit perut” Beliau bersabda: “Minumilah madu.” Kemudian laki-laki itu datang kedua kalinya, lalu beliau tetap bersabda: “Minumilah madu.” Kemudian laki-laki itu datang yang ketiga kalinya, beliau bersabda: “Minumilah madu.” Kemudian dia datang lagi sambil berkata; “Aku telah melakukannya.” Maka beliau bersabda: “Maha benar Allah, dan perut saudaramulah yang berdusta, berilah minum madu.” Lalu ia pun meminuminya madu dan akhirnya sembuh. (HR. Bukhari).
Dari uji diatas, ternyata madu membuat zona hambat pada biakan kuman di media ‘agar’. Diantaranya:
  1. Bakteri Salmonella Thyposa (penyebab penyakit demam Thypoid/Thypus)
  2. Bakteri Staphylococcus Epidermidis (penyebab penyakit infeksi pada kulit)
  3. Bakteri Staphylococcus Aureus (penyebab penyakit saluran pernafasan)
  4. Bakteri Eschericia Coli (penyebab penyakit infeksi saluran cerna dan saluran kemih)
Oleh karena itu madu sangat efektif untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut diatas.Beberapa hasil Uji Klinis: a. Pengobatan Luka
  1. Madu vs polyurethane film pada 46 pasien luka bakar, penyembuhan lebih cepat pada kelompok yang mendapat madu.
  2. Madu vs salep silver sulfadiazine pada luka bakar, dari 52 pasien 87% sembuh dalam waktu 15 hari dibanding 10%.
  3. Madu untuk th/luka kronis, penelitian pada 143 kasus, hanya 1 kasus dilaporkan tak berhasil.
Penjelasan:
  • Madu meningkatkan pembentukan jaringan granulasi.
  • Madu merangsang epitelisasi luka.
  • Merangsang perkembangan new capillary beds.
  • Bermanfaat dalam proses penyembuhan.
b. Pengobatan KEP (kurang energi protein)
Hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor ini membawa kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.
Penelitian ini dilakukan pada balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krisis moneter. Sampel penelitianya sendiri terdiri dari 51 balita usia 13-36 bulan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua Kelompok Sirup (26 orang) sebagai kontrol» Kedua kelompok sama-sama diberi tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).
Variabel yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan, tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.
Hasil penelitian tsb menghasilkan data bahwa tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu atau sampel menurun nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah’ sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirup.
Manfaat kesehatan pemberian madu yang terlihat dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi/kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.
  1. Habbatussaudah
“Hendaklah kalian mengkonsumsi jintan hitam, karena jintan hitam mengandung obat untuk segala penyakit kecuali kematian.” (HR. Bukhari Muslim).
Habbatussaudah (Nigella sativa Linn) atau Jintan hitam ialah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal Agama Islam.
Beberapa penelitian mengenai Jintan Hitam:
  • Pada tahun 1986, Drs. El-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi dengan beberapa relawan untuk menguji efektifitas black seed sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh alamiah. Kelompok relawan pertama mengonsumsi kapsul black seed (2x sehari 1 gram) selama empat pekan dan kelompok kedua diberikan placebo. Sebelum dan sesudah pemakaian selama empat pekan, para relawan itu dihitung jumlah limfositnya. Setelah empat pekan, relawan yang mengonsumsi black seed mengalami peningkatan 72% dalam menekan rasio T-cell, yang berfungsi sebagai pembunuh sel secara alamiah.
  • Tikus yang mendapatkan sel EAC dan black seed menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.
  • Pada bidang penelitian AIDS, tes dilakukan oleh Dr. Haq pada para relawan di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medis di Riyadh, Saudi Arabia (1997) menunjukkan bahwa black seed meningkatkan rasio antara T-cell positif dan negatif menjadi 55% dengan 30% aktivitas pembunuh sel alamiah.
  • Pada tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari black seed. Pada tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktifitas anti bakteri minyak volatile black seed dengan lima macam antibiotik: ampiciliin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, dan asam nalidnric.
  • Black seed terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V. cholera, E. coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp.
  1. Kurma
Al-Qur’an Surat Maryam Ayat 23-25:
  • 23.Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, Dia berkata:“Aduhai, Alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
  • 24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tahanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
  • 25. dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu…
Kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem keluarga Arecaceae dari genus phoenix. Nama ilmiah kurma adalah dactylifera phoenix. Kurma diyakini berasal dari tanah di sekitar tepi sungai Nil dan Efrat. Sekarang pohon kurma dibudidayakan secara luas di wilayah beriklim hangat di semua benua, termasuk di Afrika Australia dan Amerika (California).
Kurma mengandung glukosa lebih dari 70% dan mudah dicerna atau diserap, kaya akan energi yang sangat membantu proses persalinan, kaya akan magnesium dan potasium yang dibutuhkan fisik, zat besi untuk mencegah atau menyembuhkan kekurangan darah karena persalinan. Dan terakhir, bahwa kandungan zat dalam kurma sangat membantu kontraksi rahim dan menambah kekuatan dorongan untuk melahirkan. Zat ini serupa dengan hormon oksitosin yang dihasilkan oleh tubuh.
Hasil uji praklinis dan klinis buah kurma:
Dari penelitian terhadap pola makanan yang dilakukan terhadap 859 orang lelaki dan wanita berusia di atas 50 tahun di California Utara, AS, diketahui, konsentrasi kalium yang sedikit pada makanan dapat diprediksikan berpeluang meninggal akibat stroke 12 tahun kemudian. Orang yang secara teratur mengkonsumsi kalium paling rendah (kurang dari 1.950 mg setiap hari) mempunyai risiko stroke fatal jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengkonsumsi kalium paling tinggi (lebih dari 1.950 mg setiap hari). Diantara mereka yang konsumsi kaliumnya paling rendah, harapan meninggal akibat stroke 2,6 kali pada lelaki dan 4,8 kali pada wanita. Makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi biasanya makin kecil kemungkinan orang menderita stroke. Para peneliti merumuskan dengan hanya makan satu jenis ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) resiko fatal bisa diturunkan sampai 40%, 400 mg kalium itu mudah sekali Anda penuhi dengan makan kurma kering sekitar 65 g saja, atau setara dengan tujuh butir kurma. Makanan tinggi kalium, menurut Dr. Louis Tobian, Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, juga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung.
Untuk membuktikan hal itu, Dr. Tobian melakukan eksperimen pada dua kelompok tikus yang terkena hipertensi. Satu kelompok tikus diberi diet tinggi kalium dan kelompok lain diet kalium normal. Hasilnya amat luar biasa. Diantara kelompok tikus yang mendapat kandungan kalium tinggi, tak satu pun mengalami pendarahan otak. Sementara 40% pada kelompok tikus yang mendapat kalium normal menderita stroke ringan yang dibuktikan dengan adanya pendarahan otak.* (mushalli)