" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 28 September 2015

Hukum Mengingkari Pembagian Hak Waris Menurut Islam

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





Fri, 13 June 2008 00:21 - | Dibaca 2.764 kali | Bidang mawaris
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh,
Pak Ustadz, saya setia mengikuti rubrik pak Ustadz dan sangat bermanfaat serta menambah wawasan saya yang masih pelajar ini.
Khusus untuk masalah waris menjadi perhatian kami dan keluarga kami telah mempelajarinya dari berbagai buku.
Pertanyaan keluarga kami Pak Ustadz, bagaimana bila ada anggota keluarga yang tidak mau mengikuti hukum waris yang telah digariskan dalam Al-Qur'an dan bersikeras mengikuti aturan yang salah meskipun ada anggota keluarga yang mengingatkannya? Apakah ini termasuk dosa Pak Ustadz dan bagaiman sikap kami terhadap mereka pak Ustadz? Apakah kami diamkan saja.
Mohon penjelasan Pak Ustadz mengenai hal ini dan bagaimana hukum Allah atas hal ini.
Demikian pertanyaan kami dan terima kasih atas penjelasan pak Ustadz sebelumnya.
Wassalam'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Untuk menghitung ahli waris sesuai hukum islam klik tautan ini : KALKULATOR WARIS ONLINE

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Wajar sekali bila ada sebagian dari umat Islam yang menolak hukum waris. Sebab umat Islam selama ini memang telah dijajah oleh Barat. Secara bergiliran bangsa-bangsa kafir itu datang ke negeri kita untuk menghancurkan syariah. Mulai dari Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang, semua secara bergiliran menjarah bukan hanya kekayaan alam, tetapi kekayaan intelektual Islam.

Hasilnya adalah sebuah negeri dengan pemimpin sekuler anti Islam, kecuali sekedar simbol seadanya. Adapun hukum dan syariat Islam, apalagi penerapan hukum wairs, hanyalah menempati porsi mungil di pojokan tak terlihat. Sementara, kurikulum pendidikan nasional selama lebih 60 tahun ini benar-benar telah melumat syariat Islam. Sehingga syariat Islam menjadi 'allien' yang dikenal untuk dijauhi atau ditakuti keberadaannya.
Anggota keluarga anda yang menolak pembagian warisan secara syariah itu hanya satu di antara ratusan juta umat Islam yang menjadi korban penjajahan asing dan penajajan oleh bangsa sendiri. Mereka tidak pernah diberikan akses untuk mengenal syariah, apalagi menjalankannya dalam kehidupan. Sehingga wajar pula bila yang muncul di kepalanyahanya perasaan asing bahkan sampai antipati pada syariah. Dan banyak umat Islam lainnya yang sudah diformat otaknya dengan semboyan, "Hindari syariah, toh kita bukan orang Arab."
Padahal Allah SWT telah mewajibkan umat Islam untuk mempelajari syariah, menerapkannya dalam kehidupan dan memperjuangkannya agar dikenal orang sampai benar-benar terlaksana 100%.
Salah satu di antara kewajiban syariat itu adalah membagi warisan sesuai dengan petunjuknya. Sebagaimana yang telah Allah syariatkan di dalam Al-Quran Al-Kariem
Itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS. An-Nisa': 13-14)
Di ayat ini Allah SWT telah menyebutkan bahwa membagi warisan adalah bagian darihudud, yaitu sebuah ketetapan yang bila dilanggar akan melahirkan dosa besar. Bahkan di akhirat nanti akan diancam dengan siksa api neraka.
Tidak seperti pelaku dosa lainnya, mereka yang tidak membagi warisan sebagaimana yang telah ditetapkan Allah SWT tidak akan dikeluarkan lagi dari dalamnya, karena mereka telah dipastikan akan kekal selamanya di dalam neraka sambil terus menerus disiksa dengan siksaan yang menghinakan.
Sungguh berat ancaman yang Allah SWT telah tetapkan buat mereka yang tidak menjalankan hukum warisan sebagaimana yang telah Allah tetapkan. Cukuplah ayat ini menjadi peringatan buat mereka yang masih saja mengabaikan perintah Allah sebagai ancaman. Jangan sampai siksa itu tertimpa kepada kita semua. Nauzu billahi min zalik.
Perintah Rasulullah SAW Secara Khusus untuk Mempelajarinya
Secara khusus Rasulullah SAW telah memberikan perintah untuk mempelajari ilmu warisan. Di antara sebabnya adalah karena ilmu wrisan itu setengah dari semua cabang ilmu. Lagi pula Rasulullah SAW mengatakan bahwa ilmu warisan itu termasuk yang pertama kali akan diangkat dari muka bumi.
Rasulullah SAW bersabda, "Pelajarilah ilmu faraidh dan ajarkanlah. Karena dia setengah dari ilmu dan dilupakan orang. Dan dia adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku." (HR Ibnu Majah, Ad-Daruquthuny dan Al-Hakim)
Wallahu a'lam bish-shawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc.

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :