" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 28 September 2015

DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya



DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya
Wed, 4 June 2008 00:52 - | Dibaca 2.784 kali | Bidang shalat
Assalamualaikum Pak Ustad.
Berkaitan dengan pembetulan arah kiblat 26 -30 Mei yang baru lalu, setelah saya jalankan metode tersebut ternyata masjid kami kurang betul arah kiblatnya hingga lk. 20 derajat.
Yang menjadi masalah adalah pihak DKM kami sepertinya enggan menerima perbaikan.
Pelaksanaan sholatrukun kearah kiblat cukup dengan niat saja, pelaksanaan sholat terpecah, ada yang miring ada yang lurus, bagaimanakah sebaiknya menurut pak Ustad?
Terima kasih atas bantuannya.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pengukuran atau pembetulan arah kiblat di masjid yang terlanjur dibangun dengan salah arah memang sering menimbulkan masalah sejak dahulu. Sejak beberapa hari terakhir ini kami memang mendapat begitu banyak laporan atas terjadinya kesalahan arah kiblat dari berbagai pihak.

Ada yang datang dari perseorangan, tapi ada juga yang datang dari pihak DKM masjid tertentu. Masing-masing membaca informasi bahwa ternyata setelah diukur baik lewat arah matahari maupun lewat kiblat locator, hasilnya arah kiblat di masjid mereka melenceng beberapa derajat.
Ada pihak DKM yang dengan legowo menerima koreksi arah kiblat itu, lalu dengan mudah menggeser sedikit arah kiblat di masjid yang dikelolanya. Kita perhatikan di beberapa masjid, ada yang karpetnya digelar dengan sudut yang agak miring dari bentuk bangunan. Dan hal itu tidak memunculkan masalah.
Dan memang untuk mengubah arah itu tidak perlu dengan mengubah bentuk bangunannya. Cukup arah sahnya, atau gampangnya cukup dengan mengubah sedikit arah karpetnya.

Masjid Cut Mutia di bilangan Menteng Jakarta adalah contoh nyata di mana bangunan dan arah kiblatnya sangat bertentangan. Miringnya sampai 45 derajat. Lumayan melenceng bukan?

Tapi yang menarik, melencengnya arah kiblat itu tidak menjadi masalah. Toh begitu kita masuk ke dalam masjid itu, ternyata karpetnya telah diatur agar arah kiblatnya ssesuai dengan yang sebenarnya. Jadi memang tidak perlu membongkar gedung masjid. Cukup arah sajadah atau karpetnya saja yang diubah. Dan prosesnya hanya butuh beberapa menit saja. Tidak butuh SK atau rapat ini dan itu pada dasarnya.
Kurang Legowo
Namun tidak sedikit memang dari sebagian DKM masjid yang kurang bisa menerima koreksi itu. Atau setidaknya mereka tidak lantas mengubah arah shalat begitu saja.
Alasannya bisa beragam, ada yang pada dasarnya tidak mau menerima masukan dari luar. Ada juga yang takut kalau disalahkan karena ternyata selama ini shalat menghadap kiblat yang salah. Sehingga cenderung menutup diri dan menghalangi kebenaran.
Tetapi ada juga yang bukan karena enggan atau menutup diri, namun masih menunggu konfirmasi dari berbagai pihak, karena mungkin saja masukan itu datang dari orang-orang yang dinilai kurang memiliki kapasitas.
Rasanya yang paling banyak terjadi adalah kasus yang terakhir. Para pengurus DKM di berbagai masjid itu bukannya tidak mau menerima koreksi atas arah kiblat, namun mereka tidak mau dengan mudah mengambil keputusan begitu saja, tanpa mendengar dulu masukan dari berbagai pihak.
Dan sikap itu ada baiknya. Karena sebagai penanggung jawab masalah ibadah di masjid, pengurus DKM harus menerima informasi yang pasti dari para ahli di bidangnya. Sebab boleh jadi keputusan untuk mengubah arah kiblat dianggap sebagai masalah yang berat, karena terkait dengan wibawa masjid yang dikelolanya.
Legowo
Tapi kunci dari semua itu adalah sikap legowo, atau menerima segala masukan dengan memastikan kebenaran hasil penghitungan dan informasi. Misalnya, dengan mendatangkan para ahli pengukuran dari instansi yang berwenang. Juga dengan melakukan pengukuran lewat Google Earth yang pernah kami jelaskan sebelumnya. 
Saran
Bagi kita yang memang kebetulan mendapatkan kenyataan bahwa suatu masjid diketahui kurang tepat arahnya, ada baiknya menyampaikan informasi dengan cara yang elegan. Tidak dengan mengumbar masalah atau malah menimbulkan konflik atau fitnah yang tidak ada gunanya.
Memang mengoreksi itu enak sekali, tinggal bilang salah dan selesai. Sebaliknya pihak yang dikoreksi pasti mereka tidak enak, tidak nyaman dan sempit hati. Sebab ada masalah wibawa, masalah psikologis dan masalah lainnya.
Karena itu akan menjadi sangat baik kalau informasi itu disampaikan lewat orang-orang yang cukup berpengaruh dan terpandang, setidaknya orang yang ilmu agamanya cukup tinggi. Dan pihak DKM yang kepadanya disampaikan informasi itu, sebaiknya adalah orang yang luas pemikirannya, konsekuen dan komitmen dengan ilmu agamanya, serta orang yang juga punya pengaruh yang besar dalam mengambil kebijakan.
Satu hal penting bahwa pembetulan arah kiblat tidak akan membebani keuangan masjid, tidak perlu membongkar dan tidak perlu melakukan pemugaran. Yang penting pada saat menyusun shaf jamaah shalat, arahnya dibetulkan.
Kami pernah shalat di masjid yang dalam sehari berpindah-pindah arah kiblat sampai lima kali. Dan jamaah masjid itu tenang-tenang saja, tidak ada yang protes. Mau tahu di masjid mana?
Ya, di kapal laut milik PELNI.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc