" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 29 September 2015

Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits



Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits
Sat, 31 May 2008 21:17 - | Dibaca 2.755 kali | Bidang hadits
Assalamu'alaikum wr. wb.
Ustadz, saya mau bertanya, apakah benar Rasulullah pernah melarang penulisan hadist? Terima kasih atas jawabannya.
Di masa awal turunnya Al-Quran Al-Kariem, Rasulullah SAW memang pernah melarang para shahabat untuk menulis hadits-hadits beliau selain Al-Quran. Larangan ini sifatnya umum, namun dengan pengecualian beberapa orang shahabat yang dibolehkan bahkan diperintahkan untuk menulis hadits.
Di antara latar belakangnya adalah karena dikhawatirkan para shahabat akan mengalami kerancuan dan tidak bisa membedakan mana yang ayat Al-Quran dan mana yang hadits nabi SAW. Sehingga kebijakan yang diambil saat itu, bahwa para shahabat hanya dibolehkan menuliskan ayat-ayat Al-Quran saja, sedangkan hadits nabi SAW cukup diingat-ingat dan dihafal.
Apalagi mengingat tingkat kepentingannya belum terlalu mendesak. Bukankah hadits itu adalah perkataan, perbuatan dan taqrir nabi SAW? Lantas buat apa ditulis apabila nabi SAW masih ada bersama mereka? Kalau ada hal-hal yang mereka tidak tahu, mereka bisa langsung bertanya kepada beliau, bukan?

Namun sebagian orang memang secara khusus diperintahkan oleh beliau SAW untuk menulis hadits. Di masa Rasulullah SAW masih hidup, tidak kurang ada 52 orang shahabat yang kerjanya menulis dan mencatat hadits-hadits beliau. Sedangkan di kalangan tabi`in ada 247 orang yang melakukan hal serupa.
Pernyataan bahwa Rasulullah SAW melarang para shahabat untuk menulis hadits seringkali dimanfaatkan secara jahat oleh para orientalis untuk menafikan hadits-hadits nabawi serta menuduh bahwa hadits itu tidak bisa dipertanggung-jawabkan keasliannya. Mereka seringkali menyebutkanbahwa hadits baru ditulis seratus tahun lebih setelah Rasulullah SAW wafat. Sehingga sangat besar kemungkinan terjadinya pemalsuan.Tuduhan ini pun seringkali mengecoh orang awam untuk membenarkan tasykik (menyusupkan keragu-raguan).
Jadi memang benar Rasulullah SAW pernah melarang penulisan hadits di zamannya, namun tidak benar bahwa hadits ditulis ratusan tahun setelahnya. Yang benar adalah bahwa secara umum ada pelarangan untuk menulis hadits, namun secara khusus dan kepada orang-orang tertentu, Rasulullah SAW justru memerintahkan penulisan hadits.
Ahmad Sarwat, Lc.