" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 28 Juli 2015

Benarkah Makna Minal Aidin Wal Faizin Bukan Maaf Lahir dan Batin?

I REALLY LIKE THIS LINK



Wed, 30 July 2014 09:00 - | Dibaca 6.397 kali | Bidang puasa
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ketika kemarin saya berlebaran ke rumah teman dan mengucapkan minal-aidin wal-faizin, saya ditegur oleh teman saya itu.

Teman saya itu bilang bahwa ucapan minal aidin wal faizin itu maknanya bukan mohon maaf lahir dan batin. Terus terang saya kaget, sebab setahu saya semua orang mengatakan hal itu.

Dia juga bilang bahwa ucapan itu tidak ada contoh dari Al-Quran dan Al-Hadits. Saya jadi tambah bingung, maklum saya masih awam dalam masalah agama.

Jadi saya mohon klarifikasi dan penjalasannya ustadz.

Wassalam
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa yang dikatakan teman Anda itu memang benar, bahwa ucapan 'minal aidin wal faizin' dalam bahasa Arab memang bukan bermakna 'mohon maaf lahir dan batin'. Sayangnya, banyak orang yang terlanjur salah kaprah. Mungkin karena tidak tahu bahasa Arab, atau tahu tapi kurang teliti, lalu seakan-akan ungkapan ini bermakna mohon maaf lahir dan batin.

Padahal kalau kita bedah kata-katanya satu per satu, tidak ada satu pun yang mengandung unsur minta maat, apalagi pakai lahir dan batin segala. Mari kita rinci keempat kata itu satu per satu :

Minal = من

Kata aslinya bukan minal tetapi 'min' saja. Namun karena pembacaannya disambung dengan kata al-aidin sesudahnya  diawali dengan alif-lam (makrifah), maka kalau dibaca keduanya menjadi min al-aidin atau kadang ditulisnya menjadi minal aidin,

Secara harfiyah, kata 'min' itu berarti dari, termasuk atau sebagian dari. Misalnya pepatah arab bilang an-nadzafatu minal iman, kebersihan itu sebagian dari iman.

Aidini = عائدين

Kata ini adalah isim fail (pelaku) dari perbuatan kembali. Asal katanya dalam bentuk fi'il madhi adalah 'aada - ya'uudu (عاد - يعود).

Bentuk tunggal isim failnya adalah 'aid saja, tetapi karena jumlahnya banyak, maka bentuknya jamaknya menjadi 'aidin. Aritnya adalah orang-orang yang kembali.

Wal = و

Artinya adalah 'dan'.

Faizin = الفائزين

Faizin adalah bentuk isim fail dalam bentuk jamak. Bentuk tunggalnya adalah faiz saja. Dan kata dasarnya adalah faaza - yafuuzu (فاز - يفوز) yang artinya menang atau beruntung.

Maka kata 'faizin' artinya adalah orang-orang yang menang atau mendapatkan kemenangan. Dan juga bermakna orang-orang yang beruntung atau mendapatkan keberuntungan.

Lalu apa arti harfiyah dari empat kata itu : dari | orang-orang yang kembali | dan | orang-orang yang menang/beruntung.

Sebenarnya lafadz ini merupakan doa sekaligus tahini'ah (greeting) yang terpotong. Lengkapnya adalah :

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين

Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan/keberuntungan. 


Kadang sebagian orang Arab menambahkan lagi dengan ungkapan :

كل عام و أنتم بخير

Semoga setiap tahun Anda berada dalam kebaikan.

Sayangnya entah kenapa, orang-orang lebih sering mengucapkan sebagian potongannya saja. Kalimat awalnya lebih sering dibuang entah kemana.

Bukan Ayat dan Bukan Hadits Nabi 

Satu lagi yang perlu dicatat bahwa meski lafaz 'minal aidin wal faidin' ini begitu populer, tetapi sama sekali tidak bersumber dari hadits nabi apalagi Al-Quran. Tidak ada satu pun ayat Al-Quran yang memuat lafadz ini. Dan tidak pernah Rasulullah SAW berdoa di hari Idul fitri dengan lafaz ini. Entah dari mana datangnya ungkapan ini, saya sendiri juga kurang paham.

Namun bukan berarti tidak boleh digunakan. Hukumnya silahkan saja diucapkan, toh tidak ada nash yang melarangnya.

Kesimpulan
Jadi tidak benar kalau ucapan 'minal aidin wal faizin' diartikan menjadi 'mohon maaf lahir dan batin'. Jauh sekali makna antara keduanya.

Kita perlu lebih hati-hati kalau kita bicara, khususnya di depan umum, apalagi di layar televisi yang ditonton jutaan pemirsa se-Indonesia. Jangan sampai apa yang kita ucapkan malah jadi tertawaan banyak orang hanya gara-hara keawaman kita dan ketidak-mengertian kita.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA 


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."


Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar