" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 24 Juni 2015

Kisah mengagumkan kehidupan Lebah Madu


Seseorang yang meneliti segala penjuru alam semesta - dari galaksi raksasa di ruang angkasa hingga mahluk hidup di alam, dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata – akan mendapati suatu perencanaan sempurna dalam tatanan maupun rancangannya. 

Setiap jengkal alam semesta dipenuhi oleh bukti yang nyata dan pasti: FAKTA PENCIPTAAN. Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. 

Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri. Indera penunjuk arah sempurna pada burung yang bermigrasi ribuan kilometer, kemegahan arsitektur jaring laba-laba, pembagian kerja dan kerjasama luar biasa dalam koloni semut, serta rancangan geometris menakjubkan pada sarang lebah madu adalah sedikit dari beragam contoh lain yang tak terhitung jumlahnya… Allah membentangkan tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan-Nya melalui contoh-contoh ini. 

Dia memperlihatkan ilmu, hikmah dan kesempurnaan-Nya yang tak terbatas melalui makhluk hidup dan tak hidup ciptaan-Nya. Beragam organisme besar dan kecil, dari burung hingga reptil, dan dari ikan paus hingga serangga, memperlihatkan perilaku yang sungguh menakjubkan. 

Bahkan manusia, yang menganggap dirinya lebih bijak, berilmu dan cerdas, ternyata tak mampu menyaingi keahlian mereka. Kisah lebah madu, yang akan kita simak berikut ini, hanyalah satu di antara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum. Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. 

Setiap pekerjaan tersebut memerlukan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. 

Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun. Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. 

Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umum. 

Pengoperasian pabrik yang efisien memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rencana jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik.

Produksi dilakukan berdasarkan rencana produksi yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualitas dilakukan di setiap tahapannya. Setiap insinyur, manajer dan manajer pelaksana memperoleh pendidikan dan pelatihan khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing. 

Akan tetapi, setelah segala persyaratan ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis. Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perencanaan yang rumit dan biaya mahal. 

Namun, puluhan ribu lebah mampu membangun sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia. Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya. Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang ia lakukan. 

Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya. Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. 

Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya:

“Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. Yaasiin, 36:72-73)

Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. 
Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi. Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. 

Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang. 
Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. 

Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. 

Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut “propolis”. Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet. 

Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka ? Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya. 

Lebih jauh lagi, lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan. 

Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang. Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan. 

Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. 

Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari. 

Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional. Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. 

Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin. Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya? 

Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapa kelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan? Bagaimana seekor lebah, yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva, dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut? Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? 

Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun. Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. 

Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa.

Selasa, 23 Juni 2015

Rahasia penting di balik sujud dalam shalat





بسم الله الرحمن الرحيم 

Dalam nama Allah Yang Maha Pemurah 

Seorang dokter di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia sangat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran. 

Dia adalah seorang dokter neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan pengobatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan "Pengobatan Melalui Al-Quran". 

Ulasan pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan sesuai apa yang ada di dalam Al-quran. Diantara cara-cara yang digunakan adalah berpuasa, mengunakan madu, biji hitam (Blackseed) dan sebagainya. 

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka dokter tersebut mengatakan bahwa saat ia melakukan penelitian urat saraf, ada beberapa urat saraf di dalam urat manusia yang tidak dimasuki oleh darah. 
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. 

Setelah membuat kajian yang memakan waktu cukup lama, akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud ketika mengerjakan Sholat. Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa saat saja. Yakni, darah akan memasuki bagian urat tersebut sesuai harga Solat waktu yang diwajibkan oleh Islam. Columbia University State pernah melakukan penelitian tentang otak.Ternyata, di otak ada sebuah bagian yang tidak dialiri darah. Tapi, bagian tersebut dapat dialiri darah bila kita melakukan gerakan khusus seperti sujud yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

Walaupun tidak menyebutkan secara jelas tentang waktu-waktu tersebut, tapi waktu-waktu tersebut berada sekitar Solat Lima Waktu yang kita (Umat Islam) lakukan setiap hari. Kesan dari dialiri-nya bahagian dari otak tersebut adalah dapat menjadikan otak bekerja secara maksima. Sehingga, kemampuan otak dalam bekerja (seperti, menghitung, menghafal, belajar dan lain-lain) boleh lebih baik dan tentunya menambah kecerdasan otak kita.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan Shalat, maka otaknya tidak akan dapat menerima darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Dengan demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini. 

Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak Solat, apalagi yang tidak beragama Islam, walaupun akal mereka berfungsi dengan normal tetapi sebenarnya dalam sesuatu keadaan mereka akan kehilangan keseimbangan dalam membuat keputusan yang normal. Terbukti kembali jika kitalah sebenarnya yang memiliki dasar darah yang baik, dibandingkan pemeluk agama lain.(Baca: Thibbun Nabawi)

Justru itu, tidak mengherankan jika manusia ini kadang kala tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya, walaupun akal mereka mengetahui bahwa tindakan yang akan dilakukan itu adalah salah dengan kehendak mereka. 

Inilah adalah menggambarkan ketidakmampuan otak mereka untuk mempertimbangkan akan perbuatan mereka itu secara lebih normal. Maka dari itu tidak heran timbulnya bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat masa kini. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengambil hikmah dari kisah di atas.


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 

Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Senin, 22 Juni 2015

Pemegang amanah : Tunaikan hak golongan miskin

Penulis membaca kisah ini dalam buku anak penulis, pernah juga penulis dengar kisah ini. Kisah ini patut dibaca oleh mereka yang memegang amanah rakyat , para yang berhormat dan sesiapa sahaja yang terlibat menguruskan kewangan untuk orang miskin.

Inggatlah, amanah ini akan dipersoal oleh Allah. Jika ada sumber kewangan tapi tak diberi kepada orang yang memerlukan , bimbang kita tak dapat menjawab di hadapan Allah di akhirat kelak. Bacalah kisah ini. Insaflah. 

Saidina umar al-khattab r.a adalah khalifah Islam kedua selepas saidina Abu Bakar.Beliau adalah seorang khalifah yang sangat mengambil berat tentang kehidupan hamba rakyat di bawah pemerintahannya.

Biasanya pada sebelah malam, beliau akan menyamar sebagai rakyat biasa untuk meninjau keadaan hidup rakyatnya.  

Pada suatu malam, Saidina Umar mengajak Ibnu Abbas untuk menemaninya bagi meninjau keadaan rakyatnya malam itu.  

Ketika mereka tiba di pinggir kota Madinah, tiba-tiba mereka terdengar suara kanak-kanak menangis sayup-sayup dari jauh.

'Mengapakah kanak-kanak itu menangis?' , soal saidina Umar. 

'Entahlah wahai Amirul Mukminin. Mari kita dekati rumah itu' , cadang Ibnu Abbas. 

Lalu mereka berdua pun mendekati rumah tersebut. Dari celah-celah dinding rumah yang usang itu, mereka dapat melihat seorang ibu sedang memasak sesuatu di atas dapur sedang anak-anaknya pula riuh rendah menangis meminta sesuatu. 

'Diamlah wahai anak-anakku! Sabarlah,sekejap lagi makanan akan masak!' , pujuk si ibu tadi. 

Kanak-kanak itu terus menangis. Setelah lama menunggu, Saidina Umar dan Ibnu Abbas merasa hairan kerana makanan yang dimasak di atas dapur tidak juga masak.  

Untuk mengetahui keadaan sebenarnya,lantas Saidina Umar pun menghampiri pintu rumah dan memberi salam. 

Si ibu tadi menjawab salam dan membuka pintu.Lalu Saidina Umar dan Ibnu Abbas masuk dan bertanya 'Wahai ibu,kenapa anak-anak ini menangis?' 

'Anak-anak saya sebenarnya lapar, tuan!'   'Apa yang telah ibu masak? ', tanya Saidina Umar lagi.   

'Saya masak air dan batu! ' , jelas si ibu tadi.   

'Air dan batu? Mengapa? ' tanya Saidina Umar penuh kehairanan.   

'Di rumah saya ini sudah tiada apa-apa lagi makanan yang boleh dimasak, tuan. Sedangkan anak-anak saya lapar dan meminta-minta makanan. Saya terpaksa berpura-pura merebus ubi agar anak-anak saya merasa gembira dan berharap masakan itu akan masak. Nanti apabila mereka penat menangis, mereka akan tertidur.' , jelas si ibu sambil menitis air mata menanggung derita kemiskinan. 
'Mana ayah mereka?' 

'Ayah mereka sudah lama meninggal dunia. Kami orang miskin.' 'Inilah kerja Umar Al-Khattab , Dia sesungguhnya tidak melihat ke bawah, apakah keperluan rakyatnya sudah terlaksana atau belum' 

Saidina Umar amat terharu sekali mendengar penjelasan dari ibu tua itu. Tanpa berlengah-lengah lagi Saidina Umar memohon kebenaran untuk pulang sebentar dan berjanji akan datang semula.  

Sampai sahaja di Madinah, Saidina Umar pun terus mengambil tepung dan minyak sapi di Baitulmal. 

Ibnu Abbas bertanya, " tidak bolehkah kita tunggu esok sahaja untuk serahkan barang makanan itu" 

Saidina Umar menjawab,' Engkau pastikah usia ku akan panjang sampai esok pagi. Jika aku mati malam ini sudah tentu aku akan dipersoalkan oleh Allah kerana tidak menjalankan amanah yang diberikan kepadaku'

Dipikulnya sendiri tepung yang berat itu. Ibnu abbas merasakan sepatutnya dialah yang memikul tepung gandum yang berat itu. Lalu berkata: 

'Wahai Amirul Mukminin! Biar saya sahaja yang membawa tepung gandum yang berat ini?' pinta Ibnu Abbas. 

'Biar aku sahaja yang membawanya' , jawab saidina umar ringkas 

'Benarkanlah saya yang mengangkatnya saja wahai Amirul Mukminin !' , mohon Ibnu Abbas sekali lagi. 

'Apakah kau sanggup memikul dosa-dosaku di akhirat nanti?' tanya Saidina Umar kepada Ibnu Abbas. 

Ibnu Abbas terdiam. Dia tidak berani membantah lagi.  

Kemudian mereka terus menuju rumah kanak-kanak tadi. Apabila sampai, tanpa membuang masa Saidina Umar menghidupkan api dan memasak makanan untuk kanak-kanak itu.

Setelah masak, disenduknya makanan itu ke dalam mangkuk dan menyuapkan sendiri ke mulut kanak-kanak itu sehingga mereka kenyang.  

Setelah kenyang, mereka pun tidur. melihat kepada kesungguhan dan tingginya budi dua orang tetamu yang tidak dikenalinya pada malam itu, si ibu pun bersuara:

'Mudah-mudahan Allah SWT akan membalas budi baik tuan. Sepatutnya tuanlah menjadi Amirul Mukminin,bukannya Saidina Umar al-khattab!' 

Saidina Umar dan Ibnu Abbas tersenyum mendengar kata-kata itu. 

'Sudahlah ibu, janganlah bersedih lagi. Nanti saya akan sampaikan perkara ini kepada khalifah.'  

Lantas Saidina Umar dan Ibnu Abbas mohon untuk pulang ke rumah. Malam itu, mereka berasa puas dan gembira kerana dapat menunaikan tanggungjawab kepada rakyat yang sangat-sangat memerlukan pertolongan.

Penulis berharap kisah ini menjadi teladan yang baik kepada pemegang amanah rakyat. Lihatlah betapa takutnya Saidina Umar kepada amanah yang akan dipersoalkan Allah di akhirat kelak. 

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



 
 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :




Doa Rasulullah yang tidak populer di zaman ini

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





Tidak ada orang mau miskin. Semua ingin kaya, ingin rezekinya murah, ingin hidupnya mewah, ingin urusan duniawinya disederhanakan. Tidak ada yang ingin miskin, kekurangan, apalagi melarat. 

Semua ingin hidup senang di dunia, mewah dan berlebihan tanpa memikirkan apa yang menimpa terhadap diri dari kekayaan yang diberikan kepadanya.  

Bahkan sebagian dari mereka berusaha agar bisa kaya dengan cara apapun. Dengan cara halal atau dengan cara haram. Semua cara dilakukan, yang penting bisa kaya dan punya duit. 

Banyak sekali do'a-do'a yang diajarkan Nabi kita Muhammad saw agar bisa dapat kekayaan, murah rezeki dan hidup senang, diantaranya yang diriwayatkan oleh Abu Abdullah Muhammad al Qurtubi dalam tafsirnya yang menulis bahwa kebaikan di dunia sangat luas mencakup diantaranya:

kesehatan, istri yang soleh, anak dan keturunan, ilmu, ibadah dan pula harta benda dan kekayaan. Ini semua termasuk dalam kategori kenikmatan duniawi. 

Di lain ayat Allah berfirman "dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi".Alqashash 77 Di samping do'a-do'a yang diajarkan untuk rezeki murah, ada pula do'a-do'a yang tidak populer di zaman ini yang diajarkan Rasulullah SAW agar meminta kepada Allah kemiskinan 

"Ya Allah, hidupkan aku miskin. Matikan aku miskin. Dan kumpulkan aku kelak di Padang Mahsyar ke dalam kelompok kaum miskin". 

Klik untu membaca artikel ini : Jangan Bercita-cita menjadi konglomerat

Doa diatas tadi jarang sekali dibaca tapi memang itu kenyataan doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar meminta kepada Allah kemiskinan. 

Suatu ketika Rasulullah pernah ditanya tentang surga dan ahlinya, beliau menjelaskan bahwa penghuni yang paling banyak di surga adalah orang miskin. Yang dimaksud di sini tentu bukan semua orang miskin masuk surga. akan tetapi kebanyakan penghuni surga adalah orang miskin yang sabar, saleh, taat kepada Allah dan banyak beribadah. 

Miskin. Siapa suka miskin? Semua lari dari kemiskinan dan takut miskin. Ini kenyataan hidup sekarang ini. Tidak ada orang ingin hidup miskin. Bercadang ingin jadi miskin, bermimpi jadi orang miskin atau bertemu dengan kemiskinan atau kesusahan sahaja sama sekali tidak dibayangkan. 

Tapi kalau kita teliti dengan seksama memang itulah kenyataan sebagian filosofi hidup yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kita. Dan beliau sendiri ternyata hidup dalam kondisi miskin. Ketika beliau wafat, tidak ada harta yang diwariskan untuk keluarganya dan diketahui baju besinya masih tergadai pula. Rahasia apa sebenarnya yang terkandung dalam gaya hidup seperti beliau itu? 

Begitu pula para sahabat Nabi kebanyakan mereka hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Hidup berlebihan atau kaya sangat jarang kita dapatkan dalam kisah kehidupan para sahabat Rasulullah.Ada diantara mereka yang kaya seperti Usman bin Affan dan Abdurahman bin Auf, tapi mereka pun berusaha menginfa'kan dan rela mengeluarkan hartanya ke jalan Allah agar jadi miskin. 

Imam besar Ali RA hidup miskin dan serba kekurangan. Bahkan setelah menikah dengan Fatimah binti Rasullah beliau tidak mampu mengambil seorang pembantu.  

Ketika istrinya, Fatimah, datang kepada ayahnya minta kepada beliau seorang pembantu. Rasulullah pun berkata "Wahai anakku bersabarlah. Sesungguhnya sebaik baiknya wanita adalah yang bermanfaat bagi keluarganya" 

Contoh lainnya, pernah satu ketika Rasulallah SAW datang mengunjungi ke rumah anaknya, Fatimah. Ketika ia melihat anaknya mengenakan anting dan rantai terbuat dari perak, begitu pula dia melihat gerendel pintu rumahnya terbuat dari bahan sejenis perak, Rasulullah segera keluar dari rumahnya dan terlihat tanda tanda kemarahan di wajah beliau. Dia naik ke atas mimbar. 

Fatimah pun mengetahui maksud kemarahan ayahnya. Maka ditanggalkan subang, rantai dan gerendel pintu yang terbuat dari perak dan segera diserahkannya kepada Nabi di atas mimbar seraya berkata "Jadikanlah semua ini di jalan Allah, ya abati". 

Ya Allah Ya Robb, apakah lagi perempuan perempuan sehebat Fatimah RA di zaman ini ?? Wahai kaum muslimin, seandainya dunia ini bernilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, maka tidak ada seorang orang kafir diberi minum setetes pun " 

Jadi, mengapa Rasulullah SAW mengajarkan doa jadi miskin? Rahasia apa sebenarnya yang terkandung dalam doa dan contoh yang ia berikan? 

Orang kaya yang hanya memikirkan diri sendiri, serakah, tamak, dan kikir, orang semacam ini dikategorikan orang kaya tapi berjiwa miskin. Sebaliknya orang miskin yang menerima nasib, bersabar, tabah dengan segala musibah yang menimpah dirinya, dan ridho serta bersyukur dengan apa yang telah diberikan Allah, ia adalah orang miskin berjiwa kaya. 




Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :