" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 30 Mei 2015

Kisah seorang profesor Yahudi memeluk Islam


Sebut saja namanya Khadija, nama yang digunakannya setelah masuk Islam. Dia seorang profesor keturunan Yahudi yang menemukan cahaya Islam setelah menyaksikan kematian seorang sutradara / direktur bernama Tony Richardson akibat penyakit AIDS. Khadija mengagumi Richardson sebagai sutradara panggung drama yang profesional, brilian dan diakui kalangan seniman internasional. 

Kehidupan Richardson sebagai homoseks menularkannya penyakit AIDS yang mematikan. Dari situlah Khadija mulai memikirkan gaya hidup masyarakat Barat dan masyarakat Amerika terutama dalam masalah moral. Khadija akhirnya mulai mempelajari ajaran Islam. Khadija mulai dengan mempelajari sejarah Islam. Sebagai seorang Yahudi, ia masih mengingat sejarah nenek moyangnya, Yahudi Spanyol yang hidup di tengah masyarakat Muslim dan terusir pada masa Inkuisisi pada tahun 1942. 

Khadija mempelajari bagaimana pemerintahan khalifah Turki Ustmaniah melayani penduduk Yahudi dengan cara yang berperikemanusiaa pada saat pengusiran orang-orang Yahudi dari daratan Eropa. "Allah membimbing saya dalam belajar dan saya belajar Islam dari banyak tokoh seperti Imam Siddiqi dari South Bay Islamic Association, Hussein Rahima dan kakak angkat saya, Maria Abidin, seorang muslim orang Amerika asli dan bekerja sebagai penulis di majalah SBIA, IQRA," cerita Khadija tentang dirinya sebelum menjadi seorang muslim. 

Saat melakukan penelitian tentang Islam, Khadija mewawancarai seorang pemilik toko daging halal di San Francisco. Di toko itu ia bertemu dengan seorang pembeli, perempuan berkerudung yang kemudian sangat mempengaruhinya dalam memahami ajaran Islam. Khadija terkesan dengan akhlak perempuan itu yang lemah lembut dan ramah, apalagi perempuan berkerudung itu mampu menguasai empat bahasa asing. "Kecerdasannya, membuat saya merasa terbebas dari sikap arogan dan memberikan kesan mendalam di masa-masa awal saya mempelajari bagaimana Islam bisa mempengaruhi perilaku manusia," ujar Khadija. "Ulasan yang saya lakukan membuat saya tahu lebih banyak tentang Islam dari sekedar sejumlah fakta, bahwa Islam adalah agama yang hidup. 

Saya belajar bagaimana kaum Muslimin menjadikan diri mereka sendiri dengan penuh martabat dan kebaikan sehingga bisa mengangkat mereka dari kekerasan dan diperbudak di Amerika .. . "" Saya belajar bahwa pria dan perempuan Muslim bisa saling mendukung keberadaan masing-masing, tanpa harus merusak keduanya secara verbal maupun fisik. Saya juga belajar bahwa busana yang pantas menunjukkan semangat spiritualitas dan mengangkat derajat mereka sebagai manusia, "beritahu Khadija. 

Kondisi itu sangat berbeda dengan apa yang dialami Khadija selama ini, sebagai perempuan yang hidup di tengah budaya masyarakat Amerika. Seperti perempuan Amerika pada umumnya, ia ibarat hidup di tengah kehidupan seksual. Sejak usia ini, Khadija belajar bahwa masyarakat AS pada umumnya menilai manusia semata-mata dari penampilan luarnya saja sehingga banyak remaja, baik perempuan maupun pria yang putus asa karena merasa tidak diterima oleh teman sebayanya. Setelah mengetahui lebih banyak tentang Islam dan bergaul dengan beberapa muslim Amerika, Khadija makin mencintai dan menghormati Islam. 

"Saya mendukung dan mengagumi Islam karena Islam memberikan hak yang sama dalam bidang pendidikan untuk pria dan perempuan, menghormati hak pria dan perempuan dalam masyarakat dan ajaran tentang cara berpakaian serta aturan Islam tentang perkawinan," kata Khadija. "Islam mengajarkan untuk menghargai diri kita sendiri sebagai makhluk ciptaanNya yang dianugerahi kemampuan untuk bertanggung jawab dalam hubungan kita dengan orang lain. 

Solat dan zakat, serta komitmen keimanan dan pendidikan, jika kita mengikuti jalan Islam, kita memiliki kesempatan untuk mendidik anak-anak yang akan terbebas dari ancaman kekerasan dan eksploitasi, "sambungnya. Dalam perjalanannya memeluk Islam, Khadija aktif di organisasi Amila (American Muslims Intent on Learning and Activism) dan ikut menggerakkan organisasi itu. Khadija dengan jujur ​​mengakui bahwa komunitas Muslim adalah komunitas yang mengagumkan. "Islam memberi petunjuk pada kita agar terhindar dari api neraka," kata Khadija. Khadija pun penuh tekad untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang muslim. 

"Sang Pencipta dikenal dengan banyak nama. Rahmat-Nya kita rasakan dan kehadiran-Nya dimanifestasikan dengan cinta, toleransi dan kasih sayang yang hadir di tengah kehidupan masyarakat," tegas Khadija.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar