" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 30 Mei 2015

Kisah pakar bedah Perancis memeluk Islam + Video

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





Ada diantara kita yang menolak Islam dan dengan jelas menghina hukum yang Allah telah tetapkan. Bukan hanya orang biasa, bahkan ada pemerintah yang menghina Islam dengan jelasnya. Satu hal yang sangat menyedihkan dan semoga tiap-tipe yang dilakukan itu akan mendapat balasannya. Hudud satu hal wajib dilaksanakan.

Kenapa masih takut untuk dibuat? Bagi aried, hanya mereka yang mencuri takut dilaksanakan hukum ini karena tangan mereka akan dipotong. Jadi, jika benar tidak pernah mencuri, kenapa hendak takut? Pelik ... Pasti Anda juga aneh bukan? Jauh benar beda antara pemikiran mereka dengan cendekiawan barat yang masuk islam setelah meneliti mumi firaun yang berusia ribuan tahun lamanya. Ya, satu eksposur yang sangat hebat sekali! Dia Peluk Islam Karena Melihat Kebenaran Al-Quran Tentang Fir'aun Pada pertengahan tahun 1975,

Presiden Perancis menawarkan kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumi Firaun, Ramsess II yang sangat terkenal. Firaun yang dikatakan hidup di zaman Nabi Musa yang akhirnya mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Musa dan para pengikut beliau yang melarikan diri dari kekejamannya. Mesir menyambut baik tawaran itu dan mengizinkan mumi itu diterbangkan ke Paris. Bahkan ketika sampai di sana kedatangan mumi itu disambut dengan pesta dan keramaian.

Mumi itu kemudian ditempatkan di ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis. Di situ ia bakal diperiksa sekaligus membongkar rahasianya oleh para ahli, dokter bedah dan otopsi Perancis yang dipimpin oleh dokter yang sangat terkenal, Prof. Dr. Maurice Bucaille. Bucaille seorang ahli bedah kenamaan Prancis yang lahir di Pont-l'Évêque pada 19 Juli 1920.

Memulai karir di bidang medis umum dan pada tahun 1945 ia diakui sebagai ahli di bidang gastroentorologi. Banyak kerabat kerajaan dan keluarga pemimpin dunia menggunakan layanan Dr. Bucaille, termasuk Raja Faisal Arab Saudi dan pemimpin Mesir, Anwar Sadat. Lalu kesempatan beliau untuk membedah dan menyelidiki mumi Firaun, mengerah seluruh tenaga dan pikirannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian raja Mesir kuno itu.

Ternyata, hasilnya sangat mengejutkan. Dr. Bucaille menemukan sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumi tersebut sebagai bukti terbesar bahwa Firaun itu mati akibat tenggelam di dalam laut. Yaitu jasadnya segera dikeluarkan dari laut, 'dirawat' segera dan dijadikan mumi agar jasad itu tetap awet. Namun penemuan itu menimbulkan pertanyaan yang sangat besar kepada Dr. Bucaille.

Bagaimana jasad tersebut masih dalam kondisi sangat baik dibandingkan jasad-jasad yang lazimnya tenggelam dan dikeluarkan dari laut? Lalu ia menyiapkan sebuah laporan akhir yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu proses menyimpan mayat Firaun dari laut dan metode pengawetannya. Laporan tersebut diterbitkan dengan judul; Mumi Firaun: Sebuah Penelitian Medis Modern (judul aslinya; Les momies Des Pharaons Et La Midecine). Menyusul penerbitan laporan itu, Dr Bucaille dianugerah penghargaan tertinggi pemerintah yaitu Le Prix Diane Potier-Boes (Penghargaan Dalam Sejarah) oleh Academie Frantaise dan penghargaan Prix General dari Academie Nationale De Medicine, Perancis.

Namun seorang teman sempat membisikkan kepada Dr. Bucaille bahwa penemuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. "Jangan terburu-buru karena sesungguhnya umat Islam telah berbicara tentang peristiwa Firaun yang tenggelam dan mayatnya dipelihara sampai hari ini!" Namun kata-kata itu ditentang keras oleh Dr. Bucaille karena ia menganggap sangat mustahil.



Baginya membongkar sebuah misteri yang lama tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan perkembangan teknologi modern, peralatan dan laboratorium canggih yang mutakhir dan akurat. Kisah Firaun dalam al-Quran Faktanya Dr. Bucaille menjadi serba salah dan bingung ketika diberitahu bahwa al-Quran yang diyakini dan dipercaya oleh umat Islam sudah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian mayatnya diselamatkan.

Dia semakin bertanya-tanya, bagaimana hal seperti itu dapat diterima oleh akal karena mumi itu baru saja ditemukan sekitar tahun 1898. Sedangkan al-Quran telah ada di tangan umat Islam sejak ribuan tahun sebelumnya. Sambil mata tidak lepas memandang mumi Firauan yang terbujur di hadapannya, Dr. Bucaille terus bertanya-tanya bagaimana al-Quran dapat membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari hancur sejak ribuan tahun lalu.

"Apakah masuk akal di hadapanku ini adalah Firaun yang mencoba menangkap Musa (Nabi)? Apakah masuk akal Muhammad (Nabi) mengetahui hal sejarah ini? Pada hal kejadian Musa dikejar Firaun telah berlaku sebelum al-Quran diturunkan, "bicara hatinya sendirian. Lalu ia mendapatkan kitab Injil yang di dalamnya hanya membicarakan Firaun yang tenggelam di tengah laut saat mengejar Nabi Musa tetapi tidak diceritakan tentang mayat Firaun.

Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil Lama) pula yang diceritakan dalam kitab itu hanyalah: "Air (laut) pun kembali seperti sebuah lautan yang berombak dan bergelombang, menenggelamkan mobil-mobil (chariot) kuda, pasukan berkuda dan seluruh bala tentara Firaun tanpa ada seorang pun yang berhasil menyelamatkan diri. Tapi anak-anak Israel dapat menyelamatkan diri atas daratan kering di tengah-tengah laut itu ". (Exodus 14:28 dan Psalm 136: 15)

Dr. Bucaille sangat terkejut karena tidak ada disebut langsung tentang apa yang terjadi berikutnya kepada mayat Firaun setelah tenggelam itu. Ini membuatnya semakin kebingungan. Ketika mumi dikembalikan ke Mesir, Dr. Bucaille terus mendapatkan kepastian tentang mumi itu.

Lalu ia memutuskan untuk bertemu dengan para ilmuwan Islam tentang sejarah Nabi Musa, kekejaman Firaun hingga Bani Israel meninggalkan Mesir dan dikejar Firaun dengan seluruh bala tentara di belakang mereka. Maka salah seorang mereka terus bangun dan membaca ayat al-Quran berhubung sejarah tersebut untuk Dr. Bucaille mendengarkannya sendiri: "Maka pada hari ini Kami selamatkan badan kamu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Yunus: 92). "

Ketika mendengar ayat ini, hati Dr. Bucaille benar-benar tersentuh. Dia akhirnya mengakui kebenaran ayat itu karena ia dapat diterima akal dan memberikan inspirasi serta dorongan kepada sains untuk maju menelusuri lebih jauh lagi. Lalu dengan hati yang begitu bergetaran dalam menahan sebak dan keharuan, ia pun bangun dan dengan suara yang lantang berkata: "Sesungguhnya aku masuk Islam dan beriman dengan al-Quran ini.

"Tidak sekadar ia mengakui kebenaran dan memeluk Islam tetapi ia kemudian pulang ke Prancis dengan menggali seluruh isi al-Quran. Akhirnya dia berhasil menerbitkan buku yang sangat mengejutkan seluruh dunia dan hingga kini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa pada tahun 1976, yaitu The Bible, the Qur'an, and Science: The Holy Scriptures Examined in the Light of Modern Knowledge.

Melalui buku ini, Dr. Bucaille yang kemudian dikenal sebagai Dr. Yahya Maurice Bucaille berhasil membuktikan bahwa al-Quran adalah paralel dengan fakta-fakta ilmiah sementara kitab Injil adalah sebaliknya. "Sains dan Islam umpama saudara kembar yang tidak bisa berpisah.


Ini karena dalam Injil terdapat berbagai kesalahan dari aspek ilmiah tetapi tidak ada sedikitpun kesalahan seperti itu ada dalam al-Quran. "Al-Quran yang di dalamnya diceritakan segala penjelasan tentang fenomena alam yang sangat bertepatan dengan sains modern," katanya. Beliau memberikan kesimpulan bahwa tidak diragukan lagi al-Quran benar-benar kalam Allah.




Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar