" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Jumat, 18 September 2020

CINTA TERLARANG - TAKHBIB + VIDEO


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK






Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!






Berawal dari komunikasi sederhana, dilanjut dengan saling curhat, hingga tertanam cinta karena syahwat. 

Lebih parah lagi, ketika kejadian itu dialami oleh mereka yang telah berkeluarga. 

Karena interaksi lawan jenis yang tidak halal, Allah cabut rasa cintanya terhadap keluarganya, digantikan dengan kehadiran orang baru dalam hatinya. 

Disadari maupun tidak, sejatinya itu merupakan hukuman bagi orang yang telah bisa menikmati segala yang haram, Allah hilangkan dari dirinya untuk bisa menikmati sesuatu yang halal.

Diantara dosa besar yang mungkin jarang diketahui oleh kaum muslimin adalah dosa TAKHBIB . 

Menjadi penyebab perceraian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis, memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini. Diantaranya adalah riwayat berikut ini :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا

”Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud)

Juga riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

”Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157).

Dalam kitab Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abu Daud dijelaskan, istilah takhbib secara bahasa artinya menipu dan merusak. Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu.

Di bagian lain, beliau juga disebutkan :

مَنْ خَبَّب زوجة امرئ أي خدعها وأفسدها أو حسن إليها الطلاق ليتزوجها أو يزوجها لغيره أو غير ذلك

‘Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang’ maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya. (Aunul Ma’bud).

Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib,

إفساد قلب المرأة على زوجها

”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209).

Yang juga termasuk takhbib adalah ketika seseorang memberikan perhatian, empati, menjadi teman curhat terhadap wanita yang sedang ada masalah dengan keluarganya.

Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapapun dia. 

Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa. 

Seakan tidak masalah kalo cuma jadi teman curhat, yang penting tidak ada perasaan apa-apa. Apalagi niatnya baik, saling mengingatkan dan menasehati. 

Kemudian juga ada yang merasa dekat dengan Allah semenjak kenal dia, kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunah, saya menjadi rajin ibadah karena nasehatnya, hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya, semoga dia menjadi pasanganku di surga, dan segudang khayalan lainnya.

Waspada bagi para lelaki, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka setan untuk semakin menjerumuskan anda. Begitu juga wahai wanita , jangan mudah mencurahkan isi hati kepada lelaki yang tidak halal bagimu.

Terkecuali jika anda seorang ulama, tokoh agama, yang berhak memberikan fatwa dan nasehat sesuai dengan syariat. Anda bisa menjelaskan halal-haram satu masalah. Akan tetapi lebih baiknya serahkan kepada para Ustadzah atau Ibu Nyai yang memang mereka lebih mengerti keadaan wanita.

Semoga Allah menyelamatkan kita dan keluarga kita dari fitnah akhir zaman.

Amiinnn Yaa Robbal 'Alamin.

✒️ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :





YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Rabu, 16 September 2020

KISAH PENGGALI KUBURAN JADI ULAMA OLEH SHAIKH HISYAM AL BURHANI + VIDEO

 


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!





Penuturan Syekh Hisyam al-Burhani ini sangat inspiratif. Sempatkan baca, minimal untuk diri kita.

"Aku ceritakan sebuah kisah nyata bukan dongeng fiktif. Di tempat kami di Damaskus, ada pekuburan, namanya 'Dahdah'. Pekuburan ini sangat masyhur di seantero Suriah. Di sana dimakamkan para wali, ilmuan, pejuang, dan syuhada'. Semua yang pernah ke Damaskus pasti tak akan pernah melewatkan ziarah di pekuburan ini.

Alkisah, ada seorang penggali kubur "alhaffar". Suatu hari datang seorang wanita, Ia meminta kepada penggali kubur untuk membuat sebuah kuburan, maka galian pun dibuatnya. Satu jam kemudian datanglah jenazah yang tidak banyak diantar orang-orang seperti biasanya, hanya beberapa orang saja yang melayat hingga pemakaman. Jenazah pun diturunkan dan dibuka peti jenazahnya. Sang mayit lalu diturunkan dalam kubur, dan si penggali ada di dalam menerima jasad tersebut untuk meletakkannya. Ketika hendak meletakkan jasad tersebut, tetiba kuburan itu terbuka dan berubah menjadi taman indah bak cerita keindahan taman surgawi.

Aku katakan kejadian ini benar-benar nyata, bukan hayalan dan bukan pula dongeng seribu satu malam. Tapi ini adalah kisah nyata.

Laki-laki penggali kubur tadi pingsan karena melihat kejadian tersebut. Dia juga melihat dua orang datang dengan berkuda mengambil mayit tersebut dan membawanya pergi. Dan laki-laki penggali kubur itu pun pingsan lagi. Anehnya, orang-orang di sekitarnya tidak melihat apapun. Dia sendiri yang menyaksikan kejadian tersebut. Lalu, orang-orang mencoba percikkan air ke wajah penggali kubur itu, baru ia sadar, dan diangkatnya dari dalam galian kuburan. Mereka bertanya "Engkau kenapa, wahai penggali kubur?" Dia pun menjawab "Demi Allah, aku melihat keanehan. Aku melihat begini, begini, begini." Lali mereka berkomentar degan nada tak percaya, "Mungkin itu halusinasi kamu." Dan merekapun pergi meninggalkan sang penggali kubur.

Beberapa bulan kemudian, si wanita yang sama datang lagi. Ia meminta kembali si penggali kubur untuk membuat galian kubur lagi dan kuburan pun digalinya. Satu jam setelahnya, mayit pun tiba. Ia memasukkan mayit tersebut ke dalam kubur. Si penggali kubur kembali melihat taman surga dan dua orang malaikat datang mengambil mayit itu. Tetapi kali ini penggali kubur itu tidak pingsan. Ia segera keluar dari kubur dan mengejar wanita tadi untuk bertanya "Siapa kamu, wahai wanita? Darimana kamu berasal?" Wanita itu pun menjawab "Tuan, aku tertimpa musibah. Mayit ini adalah anakku. Sebelumnya aku juga punya anak lain yang meninggal dan engkau juga yang menggali kuburnya. Aku kehilangan keduanya." Penggali kubur bertanya kembali "Oooh.. kamu yang punya dua anak laki-laki itu?" "Iya, kenapa?" Wanita itu menimpali. Penggali kubur kembali bercerita dengan nada tanya, "Demi Allah, aku melihat keanehan. Yang pertama, aku masukkan jenazah ke dalam kubur, lalu terbukalah taman-taman surga. Yang kedua juga demikian. Apa amalan keduanya sehingga Allah memperlakukan sedemikian rupa, mereka mendapat kemuliaan yang luar biasa?" Wanita itu pun menjawab, "Anakku yang pertama, dia adalah seorang pencari ilmu, sementara yang baru saja meninggal ini adalah pekerja sebagai tukang kayu. Dia memberikan hasil kerja kepada saudaranya. Semua biaya hidup adiknya ditanggung untuk menuntut ilmu. Maka Allah membalas keduanya. Pencari ilmu dan orang yang membiayainya, Allah akan perlakukan keduanya seindah itu".

Penggali kubur setelah melihat kejadian, dan mendengar jawaban dari wanita tersebut, ia tinggalkan kuburan menuju Masjid At-Taubah. Masjid yang kami hidup di sana. Ayahku dan kakek-kakekku semua beramal di masjid ini. Kakek kami, namanya Syaikh Burhani juga beramal di masjid ini.

Penggali kubur datang kepada kakek saya ini, dan berkata "Aku ingin menuntut ilmu". "Bagus, umurmu sekarang sudah 50 tahun, kau lupakan hidupmu tanpa menuntut ilmu, dan sekarang baru mau memulainya. Apa alasanmu?" tanya As-Syaikh. Si penggali kubur itu pun menjawab "Karena aku menemui kejadian begini, begini, dan begini". "Baiklah, segera mulai mencari ilmu!" sahut As-Syaikh. Si penggali kubur pun mulai belajar Kitab Al Jurumiyah, menghafal beberapa matan, dan seterusnya. Dia mulai sibuk dengan ilmu, hingga dia menjadi salah satu ulama besar, dialah As Syaikh Abdur Rahman Al Haffar, salah satu ulama besar Damaskus. Keluarganya semua setelah itu menjadi penuntut ilmu. Yang terakhir adalah Syaikh Abdul Rozak Al Haffar, salah satu ulama besar Damaskus saat ini.

Inilah kisah nyata. Aku sampaikan kepada kalian untuk memberi kabar gembira bahwa seorang penuntut ilmu dan penanggung biayanya, keduanya akan diperlakukan oleh Tuhan indah seperti itu.

Dengan perlakuan yang baik ini, tetapi itu jika niatnya benar. Mencari ilmu tidak karena tujuan ijazah lalu ditata di stopmap bertumpuk, atau dipigura di dinding. Mencari ilmu tidak dengan tujuan agar disebut sebagai seorang alim, tidak pula dengan tujuan agar punya gaji untuk hidup di dunia. Itu semua tujuan duniawi dan hendaklah dijadikan tujuan belakang saja. Karena tujuan utama menuntut ilmu adalah melaksanakan perintah Allah, sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman Allah SWT yang diturunkan pertama kali kepada Nabi Agung Muhammad SAW:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ"

------------
Kisah nyata ini adalah nasehat untuk kita, agar tak pernah lelah belajar, dan tak segan membiayai orang yang sedang belajar.


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Minggu, 13 September 2020

*"BICARALAH YANG BAIK ATAU DIAM !"*


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



_Pepatah mengatakan,_

*“Mulutmu harimaumu.”*

_Kita perlu tahu; kapan harus bicara..,_

_Apa yg harus kita bicarakan, dan_

_Yang paling penting lagi; manfaat apa yang akan diperoleh diri sendiri, yang mendengar tatkala kita berbicara...._


_Dalam situasi kita tidak faham apa yg harus kita ucapkan..._

_Maka, *TIDAK BERBICARA adalah langkah yang bijaksana.*_

_Pantas jika *Lukman al-Hakim* menasehati putranya :_

_*”DIAM itu hikmah tapi sedikit sekali orang yang melakukannya.”*_


_*Saudaraku......*_

_Berhati-hatilah dengan *LISANMU....*_

_Jangan sampai digunakan untuk mencemooh, mengejek orang lain, apalagi menyakiti perasaan orang lain._

_*DIAM* itu emas jika diamnya adalah dari membicarakan kekurangan orang lain, atau diamnya dari berbicara yang sia-sia atau berbau maksiat._


_*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam* bersabda :_

_*”Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”*_
(HR. Bukhari)


_Yang dimaksud dengan *“sesuatu yang ada di antara dua janggutnya”* adalah *MULUT*,_

_Sedangkan *“sesuatu yang ada di antara dua kakinya”* adalah *KEMALUAN.*_

_Ketika Rasulullah SAW ditanya perihal, Apa yang paling banyak menjauhkan manusia dari surga ke neraka ?. Rasulullah SAW pun menjawabnya : “Alfamu Wal Farju“, Mulut atau Perut, dan juga Ke-maluan dibawan Perut !


_*Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti* berkata :_

_*”Orang yang "BERAKAL" selayaknya lebih banyak "DIAM" daripada bicara,*_

_*karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan*_

_*Sedikit yang menyesal karena diam.*_

_*Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang "LISANNYA" senantiasa "BERBICARA,"*_

_*Sedangkan pikirannya tidak mau jalan.”*_


_*IImam Syafi’i* rahimahullah mengatakan ;_

_*“Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu.*_

_*Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan.*_

_*Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).”*_


_Sebagian *’Ulama* berkata ;_

_*”Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian,*_

_*Niscaya kalian akan lebih banyak "DIAM" daripada berbicara.”?*_



وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا


Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Q.S. Al-Israa' 17: 53)


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).


TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :